CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 06-12-2021 09:40:21 Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah - Mulia Kontraktor

Mulia Kontraktor - Meski kedua jenis bank tersebut sudah tidak asing lagi, masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai perbedaan dari dua bank tersebut. keduanya memiliki banyak perbedaan yang signifikan.

Anda perlu mengetahui perbedaannya, sebab hal ini bisa menjadi sebagai bahan pertimbangan untuk memilih bank mana yang paling cocok untuk digunakan menabung atau meminjam uang. Yuk ketahui perbedaannya dibawah ini!

 

Cara Mengelola Dana

Pengelolaan dana di bank konvensional bisa berlangsung pada berbagai lini bisnis yang dianggap aman dan menguntungkan. Selama pengelolaan dana tidak menyalahi aturan dan hukum yang berlaku maka pihak bank memiliki kebebasan untuk menjalankan dan mengelola dana tersebut.

Dalam bank syariah, dana nasabah yang masuk dalam bentuk titipan atau investasi pengelolaannya tidak bisa pada semua lini bisnis secara sembarangan. Pengelolaan dan investasi oleh bank syariah harus berdasarkan syariat Islam, di mana lini bisnis yang menjadi pilihan harus yang memenuhi aturan syariat Islam.

Cara Mendapatkan Keuntungan

Bank konvensional menjalankan usahanya dengan memberikan keuntungan dalam jumlah tertentu dalam bentuk suku bunga bagi nasabahnya. Suku bunga ini akan diatur berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan pemerintah melalui lembaga keuangan dan perbankan di mana besaran suku bunga harus menguntungkan pihak bank.

Bank syariah tidak menerapkan sistem bunga seperti bank konvensional. Sebab bunga dilarang karena dianggap tidak sesuai syariat. Bank syariah menggunakan sistem bagi hasil dan mendapatkan sejumlah keuntungan dari sistem tersebut.

Denda Keterlambatan

Pada bank konvensional apabila nasabah terlambat melakukan pembayaran, maka akan dikenakan beban uang tambahan atau bunga. Besaran bunga ini akan bertambah, jika nasabah tidak mampu membayar pada periode berikutnya.

Bank syariah tidak memiliki ketentuan beban uang tambahan bagi nasabah yang melakukan keterlambatan pembayaran. Namun, terdapat ketentuan sanksi bagi nasabah yang mampu membayar tetapi sengaja menunda pembayaran. Sanksi dapat berupa uang dengan jumlah sesuai dengan akad yang sudah disetujui dan ditandatangani.

Sistem Operasional

Bank konvensional berjalan berdasarkan standar operasional perbankan yang ketetapannya berasal dari pemerintah dan tunduk pada aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Sedangkan bank syariah tentunya mengikuti aturan syariat Islam. Semua kegiatan operasional yang dijalankan akan dilakukan berdasarkan ketentuan yang telah dikeluarkan melalui fatwa MUI yang diambil berdasarkan ketentuan syariat Islam.

Metode Transaksi

Seluruh aturan serta kebijakan transaksi yang anda temui dalam bank konvensional, berdasarkan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

Pada bank syariah, secara khusus beberapa transaksi aturannya berdasarkan fatwa MUI, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Akad alMudharabah (bagi hasil)
  • AlMusyarakah (perkongsian)
  • AlMusaqat (kerja sama tani)
  • AlBa’i (bagi hasil)
  • AlIjarah (sewa-menyewa)
  • AlWakalah (keagenan)

Proses Perjanjian

Proses perjanjian atau akad bank konvensional, nasabah cukup melakukan perjanjian dengan hukum.

Untuk bank syariah harus sesuai hukum islam. Akad tersebut harus menyertai rukun, diantaranya:

  • Penjual
  • Pembeli
  • Barang
  • Harga
  • Ijab dan kabul

Selain itu, syarat yang termasuk dalam kategori barang dan jasa harus halal, harga barang dan jasa pun harus jelas, begitu juga dengan tempat penyerahannya. Barang yang terlibat transaksi juga harus dalam kepemilikan penjual.

 

Demikian ulasan mengenai perbedaan bank konvensional dan bank syariah. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada ulasan menarik berikutnya!